Pages

Rabu, 26 Desember 2012

Air Jernih Belum Tentu Bersih


                Air adalah kebutuhan dasar bagi manusia, baik untuk minum, memasak ataupun mencuci. Air yang biasa digunakan pun bermacam-macam seperti air tanah, air kran, air galon, tapi tahukah bahwa tidak semua air dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terutama untuk air minum. Karena syarat air yang dapat diminum tidak hanya jernih tapi juga bersih dan bebas dari segala macam bakteri serta logam berat lain. Karena air yang jernih belum tentu bersih.
            Berikut ini adalah parameter kualitas air bersih yang ditetapkan dalam PERMENKES 416/1990 terdiri atas :

  1. Parameter Fisik
    Parameter fisik yang harus dipenuhi pada air minum yaitu harus jernih, tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna. Sementara suhunya sebaiknya sejuk dan tidak panas. Selain itu, air minum tidak menimbulkan endapan.
  2. Parameter Kimia
    Bahan air minum tidak boleh mengandung partikel terlarut dalam jumlah tinggi serta logam berat (misalnya Hg, Ni, Pb, Zn,dan Ag) ataupun zat beracun seperti senyawa hidrokarbon dan detergen. Ion logam berat dapat mendenaturasi protein, disamping itu logam berat dapat bereaksi dengan gugus fungsi lainnya dalam biomolekul. Karena sebagian akan tertimbun di berbagai organ terutama saluran cerna, hati dan ginjal, maka organ-organ inilah yang terutama dirusak
  3. Parameter Mikrobiologis
    Bakteri patogen yang tercantum dalam Kepmenkes yaitu Escherichia colli, Clostridium perfringens, Salmonella. Bakteri patogen tersebut dapat membentuk toksin (racun) setelah periode laten yang singkat yaitu beberapa jam. Keberadaan bakteri coliform (E.coli tergolong jenis bakteri ini) yang banyak ditemui di kotoran manusia dan hewan menunjukkan kualitas sanitasi yang rendah dalam proses pengadaan air. Makin tinggi tingkat kontaminasi bakteri coliform, makin tinggi pula risiko kehadiran bakteri patogen, seperti bakteri Shigella (penyebab muntaber), S. typhii (penyebab 
    typhus), kolera, dan disentri.
Selain parameter di atas factor yang menentukan apakah air layak diminum adalah kandungan TDS (Total Dissolved Solids) atau kandungan unsur mineral dalam air. Air yang mengandung banyak mineral tidak baik bagi kesehatan karena mineral anorganik dalam air tidak dapat diuraikan oleh tubuh. Menurut standar WHO, air minum yang layak dikonsumsi memiliki kadar TDS <100. Pada dasarnya kategori air menurut TDS terbagi menjadi 4:
  • Lebih dari 100 ppm     : bukan air minum
  • 10 – 100 ppm              : air minum
  • 1 – 10 ppm                  : air murni
  • 0 ppm                          : air organic
Masalahnya jumlah air jernih yang bersih dan layak untuk dikonsumsi semakinlama semakin berkurang. Data dari USAID tahun 2008, ketersediaan air bersih di Indonesia baru mencapai 49% pada 2007. Tercemarnya tanah akibat industri maupun global warming menjadi factor menurunnya kualitas air yang kita minum.
Opini yang beredar di masyarakat menjelaskan bahwa air yang layak dikonsumsi adalah air yang telah dimasak. Padahal zat pencemar pada air tidak dapat dipisahkan hanya dengan memasaknya saja. Malah metode memasak air yang salah seperti memasak di panci alumunium akan membuat kadar logam berat dalam air bertambah. Bahkan air yang terlalu lama atau terlalu sering dimasak mengandung nitrit yang tinggi yang mengakibatkan gangguan fungsi lambung dan usus, membuat tubuh kekurangan oksigen serta dapat membahayakan kesehatan.
Sulitnya memperoleh air sehat yang layak minum  memaksa kita untuk mencari solusi atas permasalahan yang ada. Pure it water purifier kini hadir di Indonesia dan menuntaskan masalah air minum. Dengan pure it kita dapat mengonsumsi air PAM atau air tanah yang ada di sekitar kita. Teknologi  pure it  melalui 4 tahap untuk membersihkan air.
Tahap pertama air yang dituang akan melewati saringan serat mikro untuk menghilangkan kotoran yang terlihat. Kemudian melewati filter karbon aktif untuk menghilangkan pestisida dan parasit berbahaya. Selanjutnya processor pembunuh kuman dengan ‘Teknologi Pembunuh Kuman Terprogram’ membunuh semua virus dan bakteri berbahaya. Akhirmya, air akan melalui penjernih yang akan menghasilkan air yang jernih, tidak berbau, dan dengan rasa yang alami.
            Air yang telah melalui keempat tahap tersebut telah lulus uji laboraturium dan layak untuk dikonsumsi. Pure it telah membantu mengefektifkan air yang ada disekitar kita sehingga kita tidak perlu khawatir lagi apakah air yang kita konsumsi layak untuk diminum.
            Thanks pure it.

1 komentar:

  1. wah..thx infonya..

    Klo bisa si, pilih air minum yg organik, jd uda pasti lebih bermanfaat untuk tubuh.. =)

    www.air-hdo.com

    BalasHapus